Tentang Kami

PT Nyalindung: Pelopor Perkebunan di Bandung Barat Sejak 1952

Sejak tahun 1952, PT Nyalindung memulai usaha dengan mengembangkan perkebunan teh dan karet, di mana pada masa itu pengolahan teh difokuskan pada produksi teh hitam ortodoks. Pada tahun 1970, perusahaan mendirikan pabrik karet sebagai langkah penguatan bisnis dan optimalisasi pengolahan hasil perkebunan karet. Memasuki tahun 1990-an, pengolahan teh hitam beralih menjadi teh hijau untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar. Namun, seiring perubahan iklim yang menyebabkan tanaman teh tidak lagi sesuai untuk dibudidayakan, produksi teh akhirnya dihentikan pada awal 2000-an, dan perusahaan kemudian memfokuskan kegiatan usahanya pada komoditas karet.

Dengan luas Hak Guna Usaha (HGU) sekitar 600 hektare, ditambah sekitar 20 hektare hasil pembelian lahan dari masyarakat sekitar, PT Nyalindung terus mengembangkan usahanya di sektor agribisnis. Sejak tahun 2017, perusahaan memulai budidaya tanaman pisang Mas Kirana. Namun, pada tahun 2022, komoditas tersebut dialihkan menjadi pisang Cavendish untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar dan potensi hasil yang lebih optimal.

Selanjutnya, pada tahun 2024, PT Nyalindung melakukan diversifikasi usaha sebagai langkah strategis pengembangan bisnis. Diversifikasi ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan untuk berbagai jenis tanaman buah-buahan, antara lain melon, alpukat, Lengkeng dan durian. Upaya ini bertujuan agar perusahaan tidak hanya bergantung pada satu komoditas, serta untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memperkuat ketahanan bisnis secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, PT Nyalindung juga mengembangkan program kemitraan plasma bersama masyarakat sekitar, dengan komoditas utama berupa alpukat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

PT Nyalindung mengadopsi sistem pertanian regeneratif hibrida, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan input organik (biochar, kompos, asam amino plus, bioenzyme), tanaman pendukung sistem (cover crop, kelor, gamal, refugia, dan repellent), agensia hayati (Trichoderma spp., Pseudomonas, Bacillus, Gliocladium, mikoriza, dll), serta pupuk kimia quick release.

Sinergi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanah (land fabrication) dan meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan.

Untuk memastikan proses budidaya yang unggul, efisien, dan efektif, PT Nyalindung menerapkan sistem pertanian modern dan presisi. Hal ini dicapai melalui adopsi operating system digital otomatis, teknologi Internet of Things (IoT), serta mekanisasi pertanian. Dengan penerapan teknologi ini, proses pengendalian (controlling), pemantauan (monitoring), dan pelaporan (reporting) dapat dilakukan secara real-time.